Tips Memesan Tiket Kereta Api Diwaktu Mendadak

/ 12:23
Tips Memesan Tiket Kereta Api Diwaktu Mendadak
Tiket kereta api

Terkadang keperluan mendadak maupun berbagai hal yang serba mendadak bisa diatasi dengan ketenangan, tetapi ada juga yang tidak mudah untuk diatasi. Salah satu hal yang bersifat mendadak tetapi tidak mudah untuk mendapatkan hasilnya adalah ketika memesan tiket kereta api disaat waktu yang mendadak, terlebih lagi jika ingin memesan tiket kereta api dengan harga yang paling murah.

Tips Memesan Tiket Kereta Api Diwaktu Mendadak
Tiket kereta api

Terkadang keperluan mendadak maupun berbagai hal yang serba mendadak bisa diatasi dengan ketenangan, tetapi ada juga yang tidak mudah untuk diatasi. Salah satu hal yang bersifat mendadak tetapi tidak mudah untuk mendapatkan hasilnya adalah ketika memesan tiket kereta api disaat waktu yang mendadak, terlebih lagi jika ingin memesan tiket kereta api dengan harga yang paling murah.

Continue Reading

Tips bermalam ditempat umum ala Roiz. Kadang kala disaat saya jalan-jalan saya suka bingung nyari tempat buat istirahat, bermalam ataupun bebersih badan. Harap maklum biasanya saya lebih suka tempat yang bisa digunakan tanpa dipatok biaya (gratis), atau paling mepet ya harus keluar uang seminim mungkin lah. Kalau sudah seperti ini alternatifnya adalah memanfaatkan tempat umum yang ada di daerah tersebut. Tempat-tempat beristirahat pun juga bermacam-macam, mulai dari kursi ruang tunggu di stasiun/terminal, Musholla/Masjid, Pom bensin, bahkan ada juga yang sempat heboh adalah di ruang Automatic Teller Machine (ATM), tapi saya belum pernah mencoba yang terakhir yang saya sebutkan loh ya, hehe.

Hayoo siapa yang doyan jalan-jalan naik kereta api?, bukan mau ngajak atau ngasih tiket cuma-cuma lo ya.. saya cuma mau nanya doang kog..hehe

Perbedaan KRL dengan Kereta Api Jarak Jauh
Perbedaan KRL dengan Kereta Api Jarak Jauh
Hay semua, bagaimana kabarnya hari ini?, semoga sehat dan bahagia selalu ya..hehe
Nah setelah sekian lama sibuk dengan urusan dunia nyata saya balik lagi nih menulis di blog kesayangan ini. Kali ini saya ingin bercerita sekaligus berbagi pengalaman disaat saya berada di kota Bekasi Jawa Barat. Lebih tepatnya kali ini saya ingin berbagi pengalaman ketika menggunakan salah satu moda transportasi favorit di daerah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) ini. KRL (kereta rel listrik) atau biasa disebut oleh masyarakat dengan sebutan kereta komuter, bukan "kokmuter" lo ya..hehe.

Mungkin jika kamu saat ini atau mungkin sudah pernah ke Jabodetabek tentunya tak asing dengan moda transportasi ini kan?, nah bagi yang diluar Jabodetabek atau mungkin para pendatang baru masih "abu-abu" mengenai kereta yang satu ini. Yaudah lah sini tak jelasin dulu apa itu KRL dan seperti apa bentuk dan segala hal tentang KRL ini.

KRL (kereta rel listrik) atau kereta komuter merupakan transportasi perkotaan yang menghubungkan beberapa wilayah didaerah Jabodetabek. Transportasi kereta api ini merupakan besutan dari PT Kereta Api Commuter Jabodetabek a.k.a PT KCJ. Perusahan ini masih ada hubungannya loh sama PT KAI, hubungannya adalah PT KCJ ini adalah anak perusahaan dari PT KAI.

Sekarang balik lagi bahas sesuai judulnya yuk,, rangkaian kereta api yang digunakan untuk KRL jelas berbeda dengan kereta api jarak jauh yang biasanya kita lihat. Bedanya kereta api ini menggunakan listrik -jelas lah namanya aja kereta rel listrik- namun listriknya nggak di rel melainkan diatas dan disambungkan dengan kereta dengan menggunakan alat yang diberi nama Pantograph, ituloh yang bentuknya kotak-kotak diatas kereta yang nempel ke kabel.

Pantograph
Pantograph

Kabel atau Wire yang digunakan untuk menyuplai arus ke KRL ini menggunakan arus listrik DC sebesar 1500 volt. Untuk masalah teknis lainnya saya nggak akan bahas terlalu mendalam ditulisan ini -bikin bingung soalnya-.

Perbedaan paling menonjol berikutnya dari KRL dan kereta yang ditarik lokomotif adalah suaranya. Jelas kereta listrik lebih rendah suara dibandingkan kereta api yang ditarik lokomotif yang memanfaatkan mesin diesel sebagai sumber tenaga geraknya, sementara kereta listrik memanfaatkan energi listrik untuk menggerakkan motor listrik yang melekat di beberapa roda.

Eh, sama aja denk, sama-sama menggunakan motor listrik untuk penggeraknya, tetapi tidak semua lokomotif menerapkannya, hanya lokomotif yang menggunakan transmisi diesel elektrik saja. Justru perbedaannya di sumber tenaga listriknya. Kalau KRL sumber energi listriknya berasal dari luar (listrik PLN), sementara lokomotif energi listriknya diproduksi sendiri dalam lokomotif menggunakan mesin diesel dan generator yang kemudian energi listriknya digunakan untuk menggerakkan motor di tiap roda lokomotif. *tergantung tipe dan jenis lokomotifnya.

Perbedaan KRL dengan Kereta Api Jarak Jauh
Mesin lokomotif jika dibandingkan dengan manusia :D
Selain suara, perbedaan berikutnya adalah interiornya, lebih tepatnya fasilitas tempat duduknya. Nah, untuk urusan ini kereta api jarak jauh yang ditarik lokomotif memiliki tempat duduk yang lebih banyak, jalaslah kan perjalanannya jarak jauh masak disuruh berdiri kan nggak manusiawi.

Interior KA Ekonomi
Interior KA Ekonomi AC "Split"

Sementara untuk kereta rel listrik (kereta komuter) memiliki tempat duduk yang sedikit dan lebih banyak tempat untuk [pegangan] penumpang berdiri. Hal tersebut tentunya didasari dengan banyak hal, mulai dari jarak antar stasiun yang relatif dekat, kemudahaan akses keluar masuk kereta, serta dapat menampung banyak penumpang didalamnya.

Interior KRL
Interior KRL, banyak pegangannya !

Jika dihitung 1 kereta penumpang untuk kereta api jarak jauh dapat menampung maksimal 106 penumpang untuk kelas ekonomi yang menggunakan AC Split. Berbeda lagi jika kereta api tersebut menggunakan rangkaian kereta ekonomi yang menggunakan AC Sentral, kelas Bisnis, atau kelas Eksekutif. Tentunya jumlah tempat duduknya semakin lebih sedikit yang diimbangi dengan pelayanan serta fasilitas yang lebih baik.

Sedangkan untuk 1 kereta penumpang untuk kereta rel listrik (kereta komuter) mampu menampung hingga 250 penumpang yang 60 diantaranya menggunakan fasilitas tempat duduk dan selebihnya merupakan penumpang berdiri.


Mungkin hanya beberapa hal tersebut yang bisa saya bagikan mengenai perbedaan dari KRL (kereta rel listrik) dengan kereta api jarak jauh yang ditarik lokomotif.
Sekian kurang lebihnya saya mohon maaf, silahkan kalau mungkin ada pertanyaan bisa kok via komen dibawah, atau mungkin lebih bersifat pribadi silahkan kontak saya disini :)

Terima kasih.


sumber & referensi:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/11/Kamandaka-Int01.JPG
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/8d/Keio6000_inside.jpg

Sebelumnya jangan salah prasangka dulu ya sama judulnya, toh emang nama tempatnya seperti itu. Jadi jangan berpikiran buruk dulu ya..hehe

"Nenen Nyok" Kafe dengan Menu Susu Berbagai Rasa
Nenen Nyok!!

Jadi ceritanya lagi bingung nih malam minggu mau keluar dan menghabiskan waktu kemana. Barulah sekitar habis isya rencana nongkrong yang dibikin secara dadakan pun langsung diterapkan. Perjalanan dimulai dari kampus dengan menggunakan mobil sewa online menuju suatu kafe didaerah Bekasi Timur.

Kafenya kalo nggak salah beralamatkan di jalan Agus Salim Kota Bekasi, letak persisnya saya sedikit lupa #efektugasakhir. Nenen Nyok namanya, nah ditempat yang memiliki 2 lantai dengan konsep warna merah putih ini ternyata sudah penuh dengan para penikmat susu yang juga doyan begadang, memang sih soalnya kan malam minggu, jadi ya wajar saja tempatnya ramai. Bahkan kami (saya, ditemani dengan 7 teman) musti masuk dalam daftar pencarian orang waiting list *ngantri.

"Nenen Nyok" Kafe dengan Menu Susu Berbagai Rasa
Temboknya dilukis vro !

Nah setelah menunggu kurang lebih 15 menit barulah saya dan ke 7 teman saya mendapatkan tempat duduk. Tempat duduk yang ada dikafe ini dibuat dengan sederhana, sesuai dengan temanya dari toko yang sederhana pula, hanya berupa tempat duduk kayu tanpa spons. Tempatnya nggak terlalu luas tapi punya 2 lantai, ya kira-kira kalo terisi penuh kurang lebih 150-an orang #mungkin.

"Nenen Nyok" Kafe dengan Menu Susu Berbagai Rasa
Ini yang diteras, belum yang didalam + lantai2

Waiters datang sambil meletakkan menu yang isinya nama/rasa dari susu yang ingin dinikmati, mulai dari rasa susu murni hingga rasa Taro. Untuk ukurannya ada 2 macam ukuran, yakni dengan menggunakan gelas nanggung dan gelas gede. Harganya ya lumayan lah menurut saya. Minuman susu ini juga bisa ditambahkan dengan berbagai topping diatasnya seperti es krim, orea, dan keju. O iya bagi kamu yang nggak doyan atau alergi dengan susu tenang aja ya, soalnya ditempat ini juga masih menjual menu non milk kok, seperti jus strawberry, teh dengan berbagai rasa dan tentunya ada juga air mineral. Untuk minuman saya memutuskan memilih susu rasa strawberry dengan topping es krim dan menggunakan ukuran nanggung.

"Nenen Nyok" Kafe dengan Menu Susu Berbagai Rasa
menu minumnya, dibaliknya ada menu makanannya #lupa
Selain menjual susu beraneka rasa dan juga minuman lain, ditempat ini juga menyediakan menu makanan, seperti sosis bakar, kentang goreng, chiken katsu dan menu makanan lainya. Kebetulan saya dan teman-teman saya memesan sosis bakar dan kentang goreng.

"Nenen Nyok" Kafe dengan Menu Susu Berbagai Rasa
Kentang goreng + saus
Mungkin itulah sekelumit cerita saya untuk menghabiskan malam minggu bersama pacar teman-teman saya di Nenen Nyok. Maaf lo kalo ada salah kata atau perbuatan, :)
Terima kasih.