Mengunjungi Balai Yasa Manggarai [Lagi]

Mengunjungi Balai Yasa Manggarai [Lagi]

[roiz.web.id] Setelah dulu sempat menulis tentang kunjungan pertama saya di balai yasa manggarai kali ini saya dan rekan-rekan saya mengunjungan lagi tempat yang sama tetapi dengan materi yang sedikit berbeda. Kalau dulu pada postingan Mengunjungi Balai Yasa Manggarai kami mengunjunginya untuk mata kuliah sarana perkeretaapian, pada mata kuliah ini kita mempelajari apa saja sarana perkeretaapian itu. Nah kalau yang satu ini kita mengunjungi tempat ini untuk mata kuliah pengujian sarana perkeretaapian yang diajarkan oleh dosen kami bapak Nico Djajasinga #seremnamanya.

O iya sebelumnya sudah pada tahu kan tempat apa itu Balai Yasa Manggarai?, Betul sekali BY MRI (singkatan Balai Yasa Manggarai) merupakan tempat perawatan sarana perkeretaapian diwilayah DAOP 1 Jakarta, terkhusus hanya untuk kereta penumpang dan gerbong barang, sementara untuk perawatan lokomotifnya ada di Dipo Lokomotif Jatinegara dan Dipo Lokomotif Tanah Abang, hampir saja kelupaan, ditempat ini pula KRL Jabodetabek dirawat dan dipelihara loh. BY MRI ini memiliki tempat yang cukup luas karena hampir segala bentuk perawatan, modifikasi kecil hingga besar dilakukan ditempat ini, dengan jumlah los (tempat) perawatan sebanyak 25 los kalaugaksalah. Mulai dari perawatan roda hingga pengujian kebocoran kereta.

Baca : Perbedaan Kereta dan Gerbong

Perawatan Perangkat Roda

Mengunjungi Balai Yasa Manggarai [Lagi]

Ditempat ini kita mengamati bagaimana perawatan dan pemeliharaan dari perangkat roda yang digunakan pada kereta maupun gerbong. Nah untuk  roda yang sudah tidak layak pakai biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • roda retak atau bahkan pecah
  • rota telah aus melebihi batas aus yang ditandai pada roda
Jika ditemukan roda yang memiliki ciri tersebut maka roda tersebut harus dilakukan perawatan atau bahkan harus diganti. Perawatan roda dapat berupa pembubutan keping roda, penggantian as roda maupun perawatan roda dalam bentuk lainnya. Pembubutan keping roda dilakukan agar roda sebelah kiri dan sebelah kanan memiliki diameter yang sama (seimbang), dan sebelum melakukan pembubutan setiap roda harus diuji ukuran keping rodanya dengan menggunakan alat Whell Diameter Gauge, cara ngukurnya mudah kok, tinggal ditempel pada permukaan roda dan diameter roda diketahui.

Mengunjungi Balai Yasa Manggarai [Lagi]

Selain dilakukan pada bagian tapak roda, pembubutan juga dilakukan pada bagian dalam roda, yaitu tempat dimasukkannya as roda, pembubutan pada lubang tengah keping roda ini dilakukan untuk dapat menyesuaikan ukuran as roda agar bisa digabungkan nantinya. Nah, alat yang digunakan untuk mengukur diameter lobang as roda tersebut berupa alat penunjuk yang berukuran kecil, maaf saya lupa nama alatnya pokoknya gambarnya seperti ini lo.

Mengunjungi Balai Yasa Manggarai [Lagi]

Selain keping roda perawatan juga dilakukan pada as roda, perawatan pada as roda hampir sama dengan perawatan pada keping roda. Tetapi jika pada keping roda cepat sekali aus karena bergesekan langsung dengan rel berbeda sekali dengan as roda yang tidak menyentuh langsung dengan rel. Pada intinya as roda masih layak digunakan jika kondisi as roda tersebut tidak retak atau cacat. Pada tempat ini as roda yang baru dipasang dengan keping-keping roda yang sudah dibubut ataupun keping roda yang baru dengan cara ditekan mengguanakan peralatan khusus.

Mengunjungi Balai Yasa Manggarai [Lagi]

Berikutnya kita masuk ke lokasi perawatan bogie kereta api, ditempat ini bogie di protoli kemudian setiap komponennya dirawat atau diganti. Sebagai contoh foto dibawah ini merupakan beberapa komponen bogie yang belum diaplikasikan pada bogie. Pada tempat ini pula sistem perpegasan yang sudah tidak bisa digunakan diganti dengan yang baru.

Mengunjungi Balai Yasa Manggarai [Lagi]

Nah, pada waktu kami memasuki area perawatan/bengkel kereta dan gerbong kami melihat ada beberapa truk yang sedang bongkar muat bogie baru, ternyata pada waktu itu BY MRI menerima kurang lebih 40 wheel set yang artinya 40 perangkat roda baru dari pihak PT Kereta Api Indonesia, perangkaat roda tersebut merupakan produksi PT Inka Madiun, dengan jenis K5 atau TB-508 yang biasa digunakan pada kereta-kereta kelas ekonomi.

Perawatan AC dan Eksterior Kereta

Mengunjungi Balai Yasa Manggarai [Lagi]

Nah ini merupakan fasilitas wajib yang seharusnya diterapkan untuk berbagai jenis moda angkutan umum, fasilitas tersebut adalah AC (Air Conditioner), kenapa seharusnya wajib?, yup, karena AC selain berfungsi untuk mendinginkan ruangan, AC juga berfungsi untuk menambah kenyamanan dalam menaiki angkutan umum, terbukti kan biasanya kalau kita menggunakan angkutan umum tanpa AC susah untuk terdidur (kecuali ngantuk berat), sedangkan jika menggunakan ac akan makin cepat terlelapnya.

Ditempat ini kami mengamati ada beberapa buah AC kereta yang sedang dilakukan perbaikan, ada pula AC yang sudah memasuki wakti penggantian freon-nya, sebagian besar AC yang diperbaiki adalah AC konfensional yang biasa digunakan pada kereta ysng tidak menggunakan AC Split.

Selain AC ditempat ini pula kereta-kereta yang sudah tidak layak dimodifikasi sedemikian rupa agar menjadi lebih layak, modifikasi tersebut berupa penggantian bagian-bagian yang rusak, salah satunya adalah penggantian material logam yang digunakan pada toilet kereta. Ada satu fakta yang memang lumayan mengejutkan menurut saya, dimana bagian yang paling mudah keropos pada sebuah kereta penumpang adalah disekitar toilet, kenapa demikian? ya karena urine manusia merupakan cairan yang cukup merusak logam-logam khususnya pada kereta, oleh karena itu kebanyakan modifikasi yang dilakukan adalah penggantian pelat besi yang terdapat disekitar area toilet kereta diganti menggunakan material alumunium. Selain itu ada pula kereta yang mendapatkan perawatan berupa pengecatan ulang serta pendempulan.

Mengunjungi Balai Yasa Manggarai [Lagi]

O iya ditempat ini ada juga modifikasi yang dilakukan pada kereta-kereta kelas bisnis yang dijadikan menjadi kereta pariwisata. Mengapa kereta kelas bisnis yang dijadikan kereta wisata? alasan yang kami dapatkan adalah pihak PT KAI berencana akan mengurangi atau bahkan menghilangkan kelas bisnis yang merupakan kelas pertengahan antara ekonomi dan eksekutif. Jadi pada waktunya nanti PT KAI hanya akan melayani penumpang umum menggunakan kereta kelas Ekonomi dan kelas Eksekutif.

Pengujian Kebocoran

Sebelum melihat fasilitas penguji kebocoran yang terdapat di balai yasa ini kami sempat melihat ada beberapa kereta yang kondisinya rusak parah, dan kebanyakan kereta-kereta tersebut rusak diakibatkan karena kecelakaan. Disini terlihat ada salah satu rangkaian KRL yang rusak pada bagian sambungannya, dan foto dibawah ini merupakan KRL yang mengalami kecelakaan di stasiun Juanda pada tanggal 23 September 2015.

Mengunjungi Balai Yasa Manggarai [Lagi]

KRL yang rusak ini sengaja tidak untuk diperbaiki karena menurut pihak balai yasa. lebih murah membeli KRL baru dari pada memperbaiki KRL tersebut, hasilnya KRL bekas kecelakaan tersebut dijadikan 'supermarket' yang dapat digunakan untuk mengganti komponen pada KRL yang lain.

Setelah melihat beberapa kereta atau KRL yang mengalami kerusakan, kita diarahkan oleh pihak balai yasa menuju tempat pengujian kebocoran, tempat pengujian ini terletak didekat pintu keluar masuk kereta menuju stasiun Manggarai. Fasilitas pengujian ini digunakan untuk mengetahui apakah kereta tersebut masih terdapat kebocoran atau tidak disetiap sisinya setelah dilakukan modifikasi atau perawatan, mulai dari bagian atas bahkan bagian kanan dan kiri kereta. Sayangnya, pada waktu itu kami tidak dapat melihat secara langsung proses pengujian kebocoran tersebut.

Mengunjungi Balai Yasa Manggarai [Lagi]

Nah, sebelum mengakhiri perjalanan kami bertemu dengan salah satu lokomotif listrik yang pernah beroperasi hingga tahun 1970-an yang pernah digunakan untuk melayani rute Jakarta-Bogor. Lokomotif yang biasa disebut dengan' Si Bon Bon' atau 'Djokotop' ini masih terlihat gagah karena masih terawat dengan baik di balai yasa ini, ya meskipun komponen-komponennya bnyak yang berasal dari krl yang ada saat ini.

Mengunjungi Balai Yasa Manggarai [Lagi]

Lokomotif ini terakhir digunakan untuk menarik rangkaian kereta 'Djoko Kendil' yang ditumpangi oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono untuk menuju ke stasiun Tanjung Priuk pada acara peresmian stasiun tersebut pada 29 April 2009.

Mengunjungi Balai Yasa Manggarai [Lagi]
sumber http://heritage.kereta-api.co.idp=1786
Mungkin itu saja cerita singkat saya bersama rekan-rekan saya waktu mengunjungi Balai Yasa Manggarai untuk yang kedua kalinya, terima kasih.

17 comments:

  1. Aku baru tau urin manusia ternyata ngaruh ke logam ya
    Keren klo yg dah ga layak pke bisa dimodif

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya soalnya pada urine mengandung zat apa gitu yang bisa merusak logam...Iya itu cuma satu-satunya peninggalan lokomotif listrik di Indonesia..:)

      Delete
  2. Tempatnya cukup unik, nanti ke Jakarta boleh menyempatkan diri datang ke lokasi ini. Btw, ma kasih buat tulisannya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas..memang unik dan sidikit bikin merinding :D..
      owh..sama-sama mas ^_^ :-d

      Delete
  3. Krl juga seperti beberapa barang lain ya, lebih murah beli daripada servis. Tapi tetap masih bisa dimanfaatkan untuk KRL lain.

    Terima kasih sharing ya :)

    ReplyDelete
  4. Tempat yang wajib dikunjungi kalo ke Jakarta nih. Baru tahu kalo perawatannya rumit juga. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya wajib mbak..tapi musti izin dan agak susah :D..

      Delete
  5. baru tahu saya..ternyata perawatan gerbong dan lokomotif itu berbeda tempatnya..
    keep happy blogging always..salam dari makassar - banjarbaru :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda mas Hariyanto... :)
      Insyaallah akan always blogging :D...haha

      Delete
  6. Eh lokasinya kok instagram banget, boleh masuk untuk umum gak hahaha, mau futu futu cantik sama kereta :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha musti nebeng sama instansi kayaknya mas..biar mudah dapet izin masuknya :D

      Delete
  7. ijin bertanya, gan. agan taruna STTD Bekasi yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan hubungi kontak saya gan jika ada keperluan yg lain?
      terima kasih.

      Delete
  8. Keren juga ya, saya aja yang di Jakarta belum pernah ke sini. Ternyata tempat perawatannya berbeda ya, gerbong di mari, lokomotif di Jatinegara. Katanya Manggarai serem ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali mas Hendra...Lokomotif di Jatinegara Kereta dan gerbong di Manggarai :)
      hahaha kalo soal itu katanya iya mas...saya liat tempatnya aja serem..hehe

      Delete
  9. mas, klo mau masuk kesitu urus izinnya dimana? atau tinggal bilang ke penjaganya mau kunjungan?

    ReplyDelete

Jangan lupa ya tinggalkan komentar :)