Gema Takbir Bukan Gema Mercon !

Gema Takbir Bukan Gema Mercon !
Sumber Gambar: https://en.wikipedia.org/wiki/World_Fireworks_Championship
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga sehat selalu ya... O iya bagaimana kemarin puasanya, penuh nggak ya? :D.


Nah, selama 30 hari telah kita jalani bersama, salah satu kewajiban terhadap-Nya untuk menahan setiap godaan nafsu dimulai dari terbit hingga terbenamnya sang surya. Puasa Ramadhan yang sudah terlalui tersebut kini ditutup dimalam yang sangat dinantikan setiap umat muslim di seluruh penjuru bumi ini, malam takbiran.

Memang suasana malam terakhir di bulan ramadhan ini begitu dinantikan oleh seluruh umat islam didunia, buktinya ada diantara saudara kita yang rela menempuh perjalanan berhari-hari, beribu-ribu kilometer demi untuk menikmati malam takbir ini dengan keluarga. Tetapi tentunya selain malam takbiran, bulan syawal tetap menjadi prioritas utama seseorang ingin berjumpa dengan sanak familinya untuk saling bersilaturahmi dan saling bermaaf-maafan.

Sayangnya malam yang sebenarnya dinanti-nanti umat muslim kini mulai berubah. Dimana jika dahulu banyak sekali orang menggemakan takbir dimalam seperti ini, mulai dari takbir keliling hingga takbiran yang dilakukan di mushola ataupun masjid, justru sekarang lebih banyak yang menggemakan mercon (petasan) untuk meramaikannya. Hal ini menurut pribadi saya, meskipun saya kurang begitu taat menjalankan ibadah (kecuali sholat yang saya lakukan 5 waktu dalam sehari), tetapi saya merasa malam seperti ini perlu dihormati bukan disamakan dengan malam tahun baru dengan cara saling berlomba menyalakan kembang api maupun petasan.

Memang cara mengekspresikan kegembiraan setiap umat manusia berbeda-beda, tetapi saya rasa jika dilakukan dengan cara membakar mercon atau kembang api bukanlah hal yang bermanfaat, toh juga dibakar kan? terus apa bedanya dengan rokok? yang kata banyak orang merokok itu boros, berbahaya dll.

Ada baiknya uang yang tidak sedikit untuk membeli petasan-petasan tersebut disisihkan atau mungkin ditabung untuk keperluan yang lebih ada manfaatnya. Disaat menulis tulisan ini saya membayangkan bagaimana jadinya dimalam takbiran seperti ini kejadian yang tak diinginkan, justru terjadi. Sebagai contoh jika seseorang sedang menyalakan petasan, petasan tersebut malah melukai dan meledak tidak pada tempatnya, taruhannya bisa nyawa loh!.

Kan rugi jadinya, disaat besok pagi sudah merayakan lebaran dengan bersilaturahmi dan saling bermaaf-maafan dengan keluarga, teman serta  masyarakat, eh malah orang tersebut bersedih akibat kegiatan yang tak bermanfaat yang dilakukan dimalam takbiran. Buktinya juga sudah banyak kan korban petasan disaat bulan Ramadhan hingga malam takbir seperti saat ini.

Nah, ayog mulai dari sekarang saling introspeksi diri. Jujur saja disaat saya menulis tulisan ini saya juga masih berada dirumah padahal seharusnya sudah ikut meramaikan gema takbir di mushola samping rumah, tetapi menurut saya mending saya berdiam dirumah terkebih dahulu jika belum meramaikan malam takbiran dengan gema takbir, dari pada harus berfoya-foya membakar petasan yang menurut saya tidak ada untungnya tersebut. Akan lebih baik lagi jika saya pergi ke mushola samping rumah dan ikut menggemakan takbir, betul ! :).
Sekian.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

O iya tambahan, tulisan saya ini tidak bermaksud untuk menyinggung pihak manapun, tetapi tulisan ini spontan muncul dalam pikiran saya ketika mendengar ledakan petasan yang saling bersaut-sautan, jadi jangan disangka saya melarang kegiatan yang biasa dilakukan (membakar petasan/kembang api), tetapi akan lebih baik jika kegiatan tersebut diganti dengan kegiatan yang lebih bermanfaatkan?, ya udah lah tak sholat isya dulu :P. *kabur*

Hampir lupa, saya Fajar selaku penulis di roiz.web.id mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin :), kosong-kosong ya.. hihi :D

Comments