9 Aug 2016

Perbedaan KRL dengan Kereta Api Jarak Jauh

Perbedaan KRL dengan Kereta Api Jarak Jauh
Perbedaan KRL dengan Kereta Api Jarak Jauh
Hay semua, bagaimana kabarnya hari ini?, semoga sehat dan bahagia selalu ya..hehe
Nah setelah sekian lama sibuk dengan urusan dunia nyata saya balik lagi nih menulis di blog kesayangan ini. Kali ini saya ingin bercerita sekaligus berbagi pengalaman disaat saya berada di kota Bekasi Jawa Barat. Lebih tepatnya kali ini saya ingin berbagi pengalaman ketika menggunakan salah satu moda transportasi favorit di daerah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) ini. KRL (kereta rel listrik) atau biasa disebut oleh masyarakat dengan sebutan kereta komuter, bukan "kokmuter" lo ya..hehe.

Mungkin jika kamu saat ini atau mungkin sudah pernah ke Jabodetabek tentunya tak asing dengan moda transportasi ini kan?, nah bagi yang diluar Jabodetabek atau mungkin para pendatang baru masih "abu-abu" mengenai kereta yang satu ini. Yaudah lah sini tak jelasin dulu apa itu KRL dan seperti apa bentuk dan segala hal tentang KRL ini.

KRL (kereta rel listrik) atau kereta komuter merupakan transportasi perkotaan yang menghubungkan beberapa wilayah didaerah Jabodetabek. Transportasi kereta api ini merupakan besutan dari PT Kereta Api Commuter Jabodetabek a.k.a PT KCJ. Perusahan ini masih ada hubungannya loh sama PT KAI, hubungannya adalah PT KCJ ini adalah anak perusahaan dari PT KAI.

Sekarang balik lagi bahas sesuai judulnya yuk,, rangkaian kereta api yang digunakan untuk KRL jelas berbeda dengan kereta api jarak jauh yang biasanya kita lihat. Bedanya kereta api ini menggunakan listrik -jelas lah namanya aja kereta rel listrik- namun listriknya nggak di rel melainkan diatas dan disambungkan dengan kereta dengan menggunakan alat yang diberi nama Pantograph, ituloh yang bentuknya kotak-kotak diatas kereta yang nempel ke kabel.

Pantograph
Pantograph

Kabel atau Wire yang digunakan untuk menyuplai arus ke KRL ini menggunakan arus listrik DC sebesar 1500 volt. Untuk masalah teknis lainnya saya nggak akan bahas terlalu mendalam ditulisan ini -bikin bingung soalnya-.

Perbedaan paling menonjol berikutnya dari KRL dan kereta yang ditarik lokomotif adalah suaranya. Jelas kereta listrik lebih rendah suara dibandingkan kereta api yang ditarik lokomotif yang memanfaatkan mesin diesel sebagai sumber tenaga geraknya, sementara kereta listrik memanfaatkan energi listrik untuk menggerakkan motor listrik yang melekat di beberapa roda.

Eh, sama aja denk, sama-sama menggunakan motor listrik untuk penggeraknya, tetapi tidak semua lokomotif menerapkannya, hanya lokomotif yang menggunakan transmisi diesel elektrik saja. Justru perbedaannya di sumber tenaga listriknya. Kalau KRL sumber energi listriknya berasal dari luar (listrik PLN), sementara lokomotif energi listriknya diproduksi sendiri dalam lokomotif menggunakan mesin diesel dan generator yang kemudian energi listriknya digunakan untuk menggerakkan motor di tiap roda lokomotif. *tergantung tipe dan jenis lokomotifnya.

Perbedaan KRL dengan Kereta Api Jarak Jauh
Mesin lokomotif jika dibandingkan dengan manusia :D
Selain suara, perbedaan berikutnya adalah interiornya, lebih tepatnya fasilitas tempat duduknya. Nah, untuk urusan ini kereta api jarak jauh yang ditarik lokomotif memiliki tempat duduk yang lebih banyak, jalaslah kan perjalanannya jarak jauh masak disuruh berdiri kan nggak manusiawi.

Interior KA Ekonomi
Interior KA Ekonomi AC "Split"

Sementara untuk kereta rel listrik (kereta komuter) memiliki tempat duduk yang sedikit dan lebih banyak tempat untuk [pegangan] penumpang berdiri. Hal tersebut tentunya didasari dengan banyak hal, mulai dari jarak antar stasiun yang relatif dekat, kemudahaan akses keluar masuk kereta, serta dapat menampung banyak penumpang didalamnya.

Interior KRL
Interior KRL, banyak pegangannya !

Jika dihitung 1 kereta penumpang untuk kereta api jarak jauh dapat menampung maksimal 106 penumpang untuk kelas ekonomi yang menggunakan AC Split. Berbeda lagi jika kereta api tersebut menggunakan rangkaian kereta ekonomi yang menggunakan AC Sentral, kelas Bisnis, atau kelas Eksekutif. Tentunya jumlah tempat duduknya semakin lebih sedikit yang diimbangi dengan pelayanan serta fasilitas yang lebih baik.

Sedangkan untuk 1 kereta penumpang untuk kereta rel listrik (kereta komuter) mampu menampung hingga 250 penumpang yang 60 diantaranya menggunakan fasilitas tempat duduk dan selebihnya merupakan penumpang berdiri.


Mungkin hanya beberapa hal tersebut yang bisa saya bagikan mengenai perbedaan dari KRL (kereta rel listrik) dengan kereta api jarak jauh yang ditarik lokomotif.
Sekian kurang lebihnya saya mohon maaf, silahkan kalau mungkin ada pertanyaan bisa kok via komen dibawah, atau mungkin lebih bersifat pribadi silahkan kontak saya disini :)

Terima kasih.


sumber & referensi:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/11/Kamandaka-Int01.JPG
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/8d/Keio6000_inside.jpg

5 komentar

berarti kalau kereta listrik penumpangnya tidak akan berani naik di atas gerbong ya? Hehehe. Kapan Indonesia memakai kereta listrik semuanya pak menteri? Hehe

Kalo sekarang sudah pada pinter dan ngerti jadinya tidak ada lagi yang naik diatap mbak..kalo dulu tetap aja berani :D
Walah kok di panggil pak menteri ini :D.. XD

oowhh lokomotif juga pake listrik yaa intinya, listrik yang diproduksi sendiri

Enak nya akselerasi KRL jauh lebih responsif daripada KA biasa yang ditarik Lokomotif Diesel Transmisi Listrik maupun Hidrolik. Saya "kasihan" sama Lokomotif CC 201, 203 dan CC 204 Generasi Lawas yang lagi berdinas menarik KA Ekonomi Lokal, terutama KA Penataran dan KA Dhoho yang sering berhenti (Stop and Go) di tiap2 stasiun yang dilewatinya (mungkin rata2 setiap 5 - 12 Km) sampai2 Lokomotif nya sering digenjot throttle nya sampai asapnya ngebul, bahkan sampai keluar api nya. Tapi, saya baca di Internet kalau KRD (Entahlah dengan KRL) punya kelemahan melintas di jalur pegunungan yang terjal. Nyatanya operasional KRDE Rencang Geulis Jurusan Padalarang - Bandung - Cibatu PP hanya seumur jagung dan wacana pengoperasian KRD Komuter Malang Raya dengan trayek Lawang - Malang - Kepanjen PP tidak pernah terwujud.
Pokoknya seru sekali membahas tentang Kereta Api biasa, KRD dan KRL sebagai alat transportasi darat terbesar di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Jangan lupa ya tinggalkan komentar :)
EmoticonEmoticon